jump to navigation

Goya! March 1, 2008

Posted by sanggar28 in Naskah.
trackback

Karya Uunk Jenggot

ACT : 1 CATATAN

MUSIK & AUDIO FX : MYSTERIUS – ADA SUARA GEMURUH DAN PETIR.
VISUAL FX : KEADAAN LAMPU PADAM. BEBERAPA LAMPU MERAH MENYALA DARI ATAS SECARA BERLAHAN, PADA SAAT SUDAH MENYALA SEMUA TIBA – TIBA BEBERAPA ORANG DIGANTUNG [BONEKA] DIJATUHKAN DARI ATAS, TERDENGAR SUARA MENJERIT DAN KAYU YANG PATAH.
LAMPU : PADAM DISELINGI DENGAN LAMPU BLITCH.

ON STAGE :
PANTOMIM & SILUET : BEBERAPA ORANG [SILUET] HANYA MEMAINKAN GESTUR TUBUHNYA [MEMAINKAN WHITEGROUND YANG DISOROT LAMPU] SAMBIL SEDIKIT – SEDIKIT BERSUARA (SEPERTI MERAUNG)¸ MIMERS MELAKUKAN GERAKAN DUKUNGAN TANPA ADA SUARA DILUAR WHITE-GROUND – MELONCAT, MENARI, MEMAINKAN TUBUHNYA [MENGIKUTI ALUR EMOSI LAMPU BLITCH DAN MUSIK].
DIDAHULUI OLEH SUARA PETIR DAN GEMURUH.
AUDIO FX : SEDIKIT ECHO PADA SUARA.

SUARA I :
(dengan FX suara)
“Ha ha ha ha ha ha ha ha!…
Sudah saatnya semua yang ada dihilangkan dari pandangan kasat mata, orang – orang tidak akan tahu apa yang telah kita lakukan di hari kemarin…”.

MUSIK : SEDIKIT HENING.
LAMPU : MEMBENTUK SILUET. SOROT LAMPU PADA ORANG DIGANTUNG SEDIKIT SAMAR.
VISUAL PANGGUNG : SILUET DARI ARAH BACKGROUND DAN BAYANGAN ORANG DIGANTUNG YANG TERKENA SINAR BLITCH.

SUARA II :
“Dan kita tahu orang yang tidak menggunakan fikiran dan hatinya itu lebih banyak dari orang yang berfikir dan menggunakan nuraninya…”.

AUDIO FX : PETIR DISUSUL DENGAN DEGUB JANTUNG.
VISUAL FX : SATU ORANG BERDIRI DARI ARAH SAMPING PANGGUNG DENGAN POSISI TANGAN DIIKAT DAN MULUT DIPLASTER. TIBA – TIBA TERDENGAR SUARA TEMBAKAN DARI LUAR PANGGUNG, ORANG YANG DISEKAP TERLEMPAR KE TENGAH – TENGAH PANGGUNG.

SUARA I :
“Sementara kita telah menyusun sebuah rencana jenius dari otak kita, rencana untuk membebaskan dunia dari orang – orang yang bodoh… orang – orang yang idiot!…”.

SEMUA :
(tertawa keras)

AUDIO FX : FX SUARA UNTUK TERTAWA.
MUSIK : AGAK TEGANG, TERKESAN MISTERIUS DISELINGI KEJUTAN – KEJUTAN PETIR ATAUPUN SUARA JERITAN.
LAMPU : BLITCH LEBIH SERING.
VISUAL PANGGUNG : ORANG – ORANG [SILUET DAN PANTOMIM] SEOLAH DITERROR OLEH SESUATU YANG MUNCUL DARI PIKIRANNYA [SEPERTI MENGALAMI CUCI OTAK DAN TRAUMATIS] – DISELINGI DENGAN JERITAN – JERITAN HISTERIS.

SUARA I :
“Selanjutnya, satu per satu kita susun sandiwara yang menghebohkan, sandiwara yang mereka tidak menyadari kalau mereka semua akan menjadi aktor dari apa yang telah kita rencanakan dalam satu scenario…”.

SUARA II :
“Pelan – pelan kita akan binasakan mereka yang tidak berguna…”.

SUARA I :
“Terutama otak – otak mereka!… kita akan setting mereka manjadi manusia – manusia yang bodoh, yang tidak berfikir dan tidak menggunakan pikirannya…”.

MUSIK : SAMA – TEMPO DIPERCEPAT.
VISUAL PANGGUNG : ORANG – ORANG MEMEGANG KEPALANYA, SEOLAH ADA SESUATU YANG TERASA BERAT SEKALI [STRESSING].

SUARA II :
“Kita akan sekolahkan mereka dan menjadikan mereka manusia – manusia intelektual menurut pendapat mereka, tapi sebenarnya mereka itu sama bodohnya dengan keledai ataupun kerbau yang dungu hahahahahaha…”.

SUARA I :
“Kita akan bungkam mulut mereka dengan slogan – slogan yang bagi mereka adalah sebagai dewa penolong untuk diri mereka…”.

SEMUA :
“LIBERTY, EQUALITY, FRATERNITY!!!…”.

VISUAL PANGGUNG : ORANG – ORANG SALING BEREBUT SATU SAMA LAIN, SALING INGIN MENGGULINGKAN, SALING INGIN MEMBUNUH.
LAMPU : MASIH BLITCH HANYA TEMPO LEBIH DIPERCEPAT.
AUDIO FX : SUARA – SUARA PECAH DAN CHAOS.
MUSIK : SUASANA TEGANG, HANYA BACKS-SOUND.
VISUAL FX : ASAP, MUNCUL DARI ORANG – ORANG YANG SALING BEREBUT SESUATU.

SUARA I :
“Sebarkan berita lewat media untuk menguasai mereka!… segera rebut asset – asset komunikasi!…”.

SUARA II :
“Kita akan mencuci otak mereka dengan mendoktrin secara berlahan – lahan faham – faham yang kita benarkan sampai mereka dengan sendirinya akan membenarkan apa yang kita doktrinkan, berupa pemikiran – pemikiran keliru tentang diri mereka tanpa mereka sempat untuk berfikir panjang…”.

SUARA III :
“Candukkan hal tersebut menjadi suatu kebutuhan, dukung semua aktifitas mereka dalam membuka wacana yang mereka kira benar, namun segera cegah mereka jika terjadi realisasi yang akan merugikan kita…”.

SUARA VI :
“Yang mereka miliki hanyalah sebuah wawasan tanpa mampu untuk merealisasikannya. LIBERALISME, DEMOKRASI, SOSIALIS, NASIONALIS, PERSAUDARAAN, KEMERDEKAAN, HAK AZASI dan lain sebagainya. Mereka telah kita butakan pandangannya, mereka hanya mampu memprotes menuntut apa yang mereka inginkan karena mereka tidak punya DASAR yang kuat, serta ilmu pengetahuan mereka hanya sebagian kecil mereka mengerti…”.

SUARA III :
“Chaos, Riot, Anarchy akan menjadi solusi bagi hidup mereka dalam mempertahankan hak – hak mereka yang semu. Pemikiran – pemikiran menuju realisasi akan kita halangi melalui sector – sector lain yang berhubungan dan tidak ada kata sepakat diantara kita dengan mereka, karena mereka hanyalah kerbau – kerbau yang dungu…”.

SUARA IV :
“Segera adakan revolusi dan ganti seluruh orang yang duduk di kursi parlemen dengan agen – agen kita yang dungu (goyim), jadikan mereka hitam dan putih supaya rencana kita tidak terlihat oleh mata mereka…”.

SUARA II :
“Ubah mereka menjadi orang – orang yang selalu ragu dan putus asa dengan produk – produk dari nereka, dan kirim para wanita – wanita untuk mengacaukan imajinasi mereka melalui tuntutan terhadap hak azasi mereka yang semu…”.

PANTOMIM & SILUET : TABLO.
MUSIK : MASIH BERJALAN SEPERTI AWAL.

- BLACK OUT –

- Dengan White Ground.
- Pemain diluar white-ground ada bantuan jaring kawat untuk menopang tubuh pada saat pemain berjatuhan.
- Kostum pemain ketat.
ACT : 2 CATATAN

MUSIK : TIBA – TIBA HENING DAN SECARA PERLAHAN SUARA SERULING TERDENGAR DENGAN SUARA RENDAH DAN SEDIKIT SEDIKIT MASIH TERDENGAR SUARA GEMURUH.
LAMPU : PERLAHAN MENYALA TERANG DISELINGI BLITCH. PADA SAAT LAMPU SUDAH MENYALA SEMUA, LAMPU BLITCH TIDAK DIMAINKAN.

MUNCUL PERFORMANCE GERAK. (perhatikan teknik munculnya).

PERFORMANCE 1 :
“Aaaach!… sudah bermunculan para serdadu dajjal yang akan menginjak –injak seluruh tatanan nurani”.

PERFORMANCE : SEOLAH DIINJAK – INJAK.

LANJUTAN :
(menangis)
“Ach!… sialan!… akan kalian apakan lagi kami… sudah sekian lama jejak – jejak itu hilang, berbagai kasus yang kami ajukan tak satupun kalian selesaikan, justru semakin bertambah dan bertambah…”.

PERFORMANCE 2 :
“… Kami sudah bosan menunggu segala apa yang engkau janjikan untuk keadilan yang engkau kampanyekan…”. (mendengar suara).

AUDIO FX : SUARA DERAP LANGKAH TERATUR [MILITERISTIC] – HANYA MELINTAS

PERFORMANCE 3 :
“Hei!… kalian dengar langkah mereka?!… Sangat mengerikan!…, langkah yang penuh dengan keangkuhan, tak sedikitpun keramahan pada mereka yang ditunjukkan kepada yang tersimpuh dalam kehinaan”.

MUSIK : KEJUTAN DAN MISTERIUS.
VISUAL PANGGUNG : BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN MISTERIUS MELINTASI DENGAN MEMBAWA BEBERAPA ORANG [DISEKAP] ORANG YANG DISEKAP MERONTA – RONTA – HANYA MELEWATI. (perhatikan teknik munculnya).

PERFORMANCE 2 :
“Tcuih!… (meludah) Lihatlah apa yang mereka lakukan… hanya demi uang mereka menghilangkan jejak – jejak kebenaran, jejak – jejak perjuangan untuk menegakkan sebuah keadilan bagi dirinya sendiri…”.

PERFORMANCE 1 :
“… Mereka korbankan hati nuraninya hanya demi sebuah perintah yang tidak manusiawi… kacau!… parah!… menjijihkan!…”.

- BLACK OUT –

ACT : 3 CATATAN

MUSIK : MISTERIUS, TEMPO SEDANG.
VISUAL PANGGUNG : RUANG INTROGASI.
ORANG – ORANG MISTERIUS MASUK DENGAN MEMBAWA PARA TAWANAN YANG DISEKAP.
LAMPU : REMANG WARNA MERAH, BEBERAPA LAMPU GANTUNG YANG DIAYUN.
ON STAGE : HAKIM.

HAKIM :
(datang menghampiri meraka)
“Bagus… bagus… Kali ini pihak kami yang akan memenangkan perkara ini”.

TAWANAN 1 :
“Memenangkan dengan apa yang engkau mainkan, tuan?!… ilmu hukum yang kalian sudah kuasai dan bisa kalian manipulasi sesuka hati?!…”.

HAKIM :
“Hei!… (mengangkat kepala Sandra, agak marah dan kesal), jangan kuatir… (sambil sedikit menghibur tapi dengan maksud mengejek) hanya keputusan yang adil yang akan kami berikan…”.

TAWANAN 2 :
“Adil?!… heh… (sedikit mengejek) keadilan dan segala hukum yang kalian buat sudah tidak kami butuhkan lagi, tuan…”.

HAKIM :
“Lalu apa yang kalian butuhkan?!.. Hei… hanya sedikit bukti yang kami perlukan untuk kelancaran penyidikan, bukan keluhan – keluhan tanpa bukti!… oh iya, kami juga sudah siapkan scenario baru untuk membunuh kalian pelan – pelan…”.

TAWANAN 1 :
“Tidak bisakah keadilan yang tuan berikan benar – benar membuahkan suatu kebenaran?!… dan kebenaran yang tuan tunjukan benar – benar membuahkan suatu keadilan bagi kami?!…”.

HAKIM :
“Hahahahahahah!… (terpingkal – pingkal) Bung!… barang bukti di dunia ini sudah tidak berarti lagi, barang bukti hanya akan merepotkan kami, kamu berani menjamin berapa untuk nyawamu hah!…”. (sambil mengangkat salah satu muka tawanan dengan sinis)

TAWANAN 2 :
“Jaminan?!… hanya nyawaku yang bisa menjadi jaminan tuan…”.

HAKIM :
“Hahahahaha… Sungguh… sungguh kamu ini bermental pahlawan, bung… heroik!… Hei… apakah nyawamu bisa kami tukar dengan beras?!… mobil?!… rumah mewah?!… wanita?!… dan barang berharga lainnya?!… yang bisa mengenyangkan perut kita?!… tidak bung!… tidak akan bisa!…
sekarang uang itu lebih berharga daripada seribu nyawa!… (PAUSE) Pengawal!… segera bawa mereka ke ruang bawah tanah, dan buat dia mengaku!… (bergumam jengkel)… aku sudah muak dengan basa basi ini…”.

[PENGAWAL/ORANG MISTERIUS SEGERA MENYERET PARA TAWANAN].

- BLACK OUT –

ACT : 4 CATATAN

SETTING : DALAM RUANG BAWAH TANAH
LAMPU : SAMAR, MERAH.
MUSIK : KEJUTAN [PADA SAAT MASUK] – LANGSUNG HENING.
VISUAL PANGGUNG : TAWANAN DIDUDUKAN DI KURSI, SETELAH DUDUK ORANG MISTERIUS LANGSUNG MEMUKUL SAMPAI PINGSAN PARA TAWANAN. TAWANAN MENGIKUTI ALUR EMOSI SUARA.
VISUAL FX : PERCIKAN ALIRAN LISTRIK PADA JARING KAWAT.

TAWANAN SADAR SATU PER SATU, TERDIAM SEBENTAR.

TAWANAN 1 :
“Kendala dalam menghadapi realitas yang ada adalah kenyataan yang mereka ciptakan menjadi sebuah kesemuan atas scenario…”.

TAWANAN 2 :
“Mereka telah menjadi babi berkepala anjing, dan tidak mungkin kita bisa negosiasi hanya untuk mendapatkan keadilan… jalur birokrasi telah mereka kuasai dan kapanpun hukum bisa mereka rubah dengan uang yang mereka miliki…”.

TAWANAN 3 :
“Bagaimana dengan isu – isu yang mereka gencarkan tentang ; demokrasi, liberal, pasar bebas, kapitalis, kemerdekaan, hak azasi, dan segala macam kebebasan?!…”.

TAWANAN 2 :
(dengan sedikit menyeringai)
“Itu hanya memungkinkan orang untuk berbuat chaos dan anarchy… terbius oleh keindahan surga kebebasan…”.

TAWANAN 1 :
“Setiap orang akan menuntut haknya sebagai manusia… Liberty, Equality, Fraternity…”.

TAWANAN 2 :
“Dan akhirnya, akan berjalan dengan tanpa adanya aturan main yang benar!… berupa HUKUM yang tidak bisa dijual belikan!…”.

MEREKA TERDIAM SESAAT.

TAWANAN 3 :
“Jika terjadi REVOLUSI, kemungkinan mereka akan segera merebut dan mengambil alih kursi kepemerintahan lagi, agen – agen rahasia mereka telah menyusup sampai urat nadi kita, tapi jika kita diam, kondisi semacam ini tidak mungkin akan berubah, tujuan atas kesejahteraan manusia tidak akan ada…”.

TAWANAN 2 :
“Tak ada jalan lain, REVOLUSI sudah menjadi bagian dari apa yang mereka rencanakan untuk menghancurkan dan menguasai tiap generasi dari kita”.
TAWANAN 1 :
“Kita harus cari orang – orang yang berani untuk merubah semua hukum yang ada… orang – orang yang tidak menggadaikan idealismenya…“.

TAWANAN 2 :
“Berikan kabar pada teman – teman apa yang menjadi rencana kita,
jika kondisinya seperti ini terus dan revolusi bukan solusi yang efektif untuk menyelesaikan semua dilemma ironica ini, maka hanya ada satu jalan…”.
(semua saliang memandang seolah Sudah mengerto apa yang dimaksudkan)

SEMUA :
“KUDETA!…”.

VISUAL PANGGUNG : SERENTAK TAWANAN ITU BANGKIT DAN BERONTAK INGIN SEGERA KELUAR, MASING – MASING BERLARIAN DAN/ATAU MENGEXPLORE JARING – JARING KAWAT YANG ADA DI SEKELILINGNYA.
VISUAL FX : PERMAINAN PERCIKAN ALIRAN LISTRIK PADA JARING KAWAT.
MUSIK : HEROIC

SEMUA TAWANAN :
KELUARKAN AKU!!!… KELUARKAN AKU!!!…

VISUAL FX : ORANG – ORANG MISTERIUS SEGERA MASUK DAN MENANGKAP MEREKA YANG MEMBERONTAK, MEREKA SEGERA DIEKSEKUSI MATI DI TEMPAT ITU JUGA DENGAN CARA DISEMBELIH. PARA TAWANAN MENGELUARKAN SUARA YANG MENGERIKAN DENGAN BERKUCURAN DARAH DARI LEHERNYA.

- BLACK OUT –

ACT : 5 CATATAN

OTHER SETTING [DI LUAR PANGGUNG UTAMA].

PANTOMIM : BERJALAN BERLAHAN DIKEGELAPAN MALAM [MISTERIUS]. [MELAKUKAN GERAKAN – GERAKAN SEPERTI MELAKUKAN SEBUAH PERENCANAAN]. BERJALAN MENUJU PANGGUNG UTAMA. TAMPAK SAMAR DI PANGGUNG UTAMA SEBUAH ISTANA, SEPERTI ISTANA KEPRESIDENAN.
MUSIK : JOKE

- BLACK OUT –

ACT : 6 CATATAN

SUASANA : SEPERTI DI ISTANA KEPRESIDENAN.
DUDUK BEBERAPA ORANG PENTING DI SEBUAH MEJA BESAR.
PANTOMIM : MASUK KE PANGGUNG UTAMA DAN TABLO DI JARING – JARING KAWAT.
LAMPU : FOKUS KE PARA BABI DAN ANJING

BABI :
“Jendral, bawa seluruh anak buahmu untuk menghadapi mereka – mereka yang ingin membelot dari negara kesatuan REPUBLIK INDO-CLEPTONESIA… jangan lupa kerahkan juga dua intelejen terbaikmu untuk masuk membela dan melawan mereka…”.

ANJING :
“Siap tuan, dua intelejan sudah saya kirimkan untuk mengacaukan pikiran mereka, (lampu blitch menuju ke arah pantomim yang tablo) sementara saya akan siapkan pasukan khusus untuk bergabung dengan kedua kubu…”.

BABI :
“Jangan lupa, masukan seluruh sector pasukan hitam dan putih, biarkan mereka terpecah belah dan tidak ada kesempatan untuk otak mereka memikirkan apa yang kita rencanakan… yang ada justru kekerasan, terrorisme… jangan sampai mereka diberi kesempatan untuk berdiskusi, jika ada yang mencoba berdiskusi untuk merekcanakan sesuatu yang menghancurkan kekuasaan segera habisi mereka, dan segerakan untuk cuci tangan…”.

ANJING :
“SIAP!… semua organ kepemerintahan sudah saya hubungi untuk bisa bekerja sama satu sama lain, (lampu blitch menuju ke arah pantomim yang tablo) tidak lupa kami juga menyewa agen – agen luar untuk memasukan pola pikir – pola pikir yang keliru tentang sebuah kemerdekaan…”. (lampu blitch menuju ke arah pantomim yang tablo, pantomim sedikit bergerak dan sedikit tertawa mengejek tanpa mengeluarkan suara)

BABI :
“Bagus… bagus… jadikan sector pendidikan menjadi sector bisnis yang sangat menguntungkan, jadikan orientasi pendidikan bukan untuk kualitas para siswanya, tapi cetak sebanyak mungkin sarjana – sarjana, jadikan ketidak seimbangan antara lapangan pekerjaan dengan tenaga kerja yang dibutuhkan. Jangan lupa, bagi mereka yang mempunyai prestasi yang gemilang segera giring pola pikir mereka seperti pola pikir kita hahaha…”.

ANJING :
“Masalah biaya?!…”.

BABI :
“Berikan mereka bea-siswa, berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah, bank – bank sudah kita kuasai, yang paling penting mereka menuruti apa yang kita maui… ya… seperti anjing peliharaan yang bisa di suruh kesana kemari, dan kalau mereka membelot segera (isyarat : pemenggalan) … jangan kuatir, kita sudah punya banyak sekali agen – agen yang tersebar sampai ke urat nadi mereka, baik yang kita tampakkan maupun yang kita rahasiakan…”.
(lampu blitch ke arah pantomim secara terus menerus. Pantomim mulai bergerak keluar panggung, sementara anjing dan babi tertawa riang)

ANJING :
“REFORMASI Sudah kita jalankan dan sukses besar!… kita berhasil membuat mereka percaya dengan agen – agen yang kita datangkan untuk membela kepentingan mereka, dan satu lagi, negeri tersebut Sudah dikatakan berjasa atas terbentuknya system DEMOKRASI yang kita gencarkan beberapa tahun silam hahahahaha…”.

BABI :
“Bagus sekali, itu berarti akan menambah nilai tersendiri buat kita dan akan semakin mempermudah langkah kita untuk mengadu domba mereka”.

ANJING :
“Tidak lupa juga tuan, hampir seluruh penghuni bumi sudah tergantung pada apa yang kita ciptakan berupa teknologi, dan secara tidak sadar mereka jadikan itu semua alat candu yang efektif untuk mengacaukan alam bawah sadar mereka”.

BABI :
“Alat komunikasi?!…”.

ANJING :
“Kita Sudah merebutnya tuan, sehingga informasi serahasia apapun dapat kita ketahui tanpa perlu kita repot ini dan itu hihihihi…”.

- BLACK OUT –

ACT : 7 CATATAN

PERFORMANCE : MASUK BERLAHAN DI LUAR PANGUNG UTAMA DAN MENEMPATI RUANG – RUANG YANG KOSONG [2 KUBU].
PANTOMIM : PANTOMIM MASUK MELALUI PANGGUNG UTAMA, MELAKUKAN GERAKAN DUA AGEN RAHASIA YANG DISIAPKAN UNTUK MEMASUKI DUA KUBU [KUBU ANJING DAN KUBU BABI] DENGAN BERSANDIWARA MEMBELA MASING – MASING KUBU YANG MEREKA TEMPATI.
MUSIK : JOKE TAPI SEDIKIT MISTERIUS.

DI LUAR PANGGUNG UTAMA.

PERFORMANCE 1 :
[BERJALAN SANGAT PELAN DENGAN BEBERAPA ORANG (PANTOMIM)]
“Sekarang kita sudah memasuki wilayah mereka, dan mau tidak mau memang kita harus berada di tempat mereka untuk mengikuti apa yang mereka perintahkan dan menjadikan sebuah kewajiban yang harus dijalankan melebihi kepentingan terhadap Tuhan…”.

[MEMANDANG ORANG – ORANG YANG HANYA DIAM DAN DIAM].

PERFORMANCE 2 :
“Hai… kenapa kalian mengikutiku seperti buntut!… bukankah kalian orang – orang terdidik yang dipelihara oleh mereka?!… (pantomim mengangguk)… dan bukankan kalian itu orang – orang nomor satu di negeri ini?!…”. (pentomim mengangguk. Sambil menunjuk mereka satu persatu)

PERFORMANCE 3 :
“Tunggu sebentar, kamu ini kan kepala desa kami?… dan kau adalah bupati kami?… kau gubernur kami?… kau adalah presiden negeri ini?… kalian seperti keledai yang dungu… kerbau yang bodoh… macan yang tidak punya taring… hanya menuntuk kewajiban – kewajiban dari kami tanpa sedikitpun hak kami kalian penuhi sebagai warga kalian… Lalu dimana orang – orang yang bisa berdiri sendiri dengan kedua kakinya!…”.

PANTOMIM : [LANGSUNG MELAKUKAN GERAKAN SERAMPANGAN DENGAN BERTERIAK TERIAK TAK ADA ARTI DAN TAK JELAS BAHASANYA – GERAKANNYA SEPERTI DIANTARA PEPERANGAN TERHADAP DIRI SENDIRI, ANTARA KEINGINAN MATERI DAN HATI NURANI YANG BERBICARA UNTUK MELAWAN APA YANG DIINGINKAN OLEH PARA EGO – INGIN BEBAS DAN MERDEKA].
PERFORMANCE : BERLAHAN BERGERAK MENUJU PANGGUNG UTAMA.

PERFORMANCE 1 :
“Semua orang bergerak sendiri tanpa ada perintah dan pembatas yang membatasi gerak pikiran dan super-ego…”.

PERFORMANCE 2 :
“Semua ingin menguasai atas seluruh alam pikir dan alam materi tanpa diimbangi dengan apa yang ada dalam nurani…”.

PERFORMANCE 3 :
“Semua bermimpi memiliki kebebasan yang mereka dambakan…”.

SEMUA :
“Hak azasi, hak hidup, hak bersuara, hak diam, hak atas kebebasan mengatur dirinya sendiri, hak atas kebebasan sex, hak atas seluruh hak…
Dan mereka berhak untuk ber – hak… hak… hak… hak…”. (masing – masing tertawa – ngekek)

TIBA – TIBA PERFORMANCE STATIS DIIKUTI BEBERAPA ORANG (PENARI) MASUK DI LUAR PANGGUNG UTAMA.
MUSIK : UNTUK KOMPOSISI TARI I
PENARI : KOMPOSISI I : MENGGAMBARKAN SITUASI ORANG – ORANG YANG KALAP DAN TERCUCI OTAKNYA.
MIMERS : MELAKUKAN GERAKAN GERAKAN KONYOL.
PERFORMANCE : TABLO DIANTARA MIMERS.

MIMER I :
“Emas adalah kekuatan kita…
Sistem ini akan memakan seluruh harta karun yang terpendam di dalam perut bumi…
Penguasaan sector ekonomi memungkinkan kita bergerak dengan mudah…
Kekuatan modal kita gencarkan untuk menghancurkan sluruh manusia – manusia keledai…”.

MIMER II :
“Lepaskan kontrol untuk mengendalikan pikiran para generasi muda, sebarkan pemikiran – pemikiran keliru tentang logika…
Darwinisme, Marxisme, Neisze-isme…
Kebenaran adalah kekuatan untuk mengusai mereka semua, maka salah artikan dalam pikiran mereka tentang kebenaran yang sesungguhnya…
Alcoholic adalah kekuatan untuk menyerukan dan menyatukan konsep kita tentang kebebasan…
Jadika mereka tidak bermoral, tapi pikiran mereka akan menganggap hal tersebut adalah wajar untuk dilakukan…
Cuci otak mereka!… Cuci otak mereka!… Cuci otak mereka!…”.

MIMER III :
“Kemerdekaan, Persamaan hak, Persaudaraan…
Kita boleh mengakhiri kemerdekaan…
Kemiskinan akan menjadi senjata yang sangat ampuh untuk menaklukan mereka…
Mereka akan terus menuntut hak – hak mereka sebagai warga negara…
Sampai mereka saling curiga mencurigai satu sama lain…
Sampai mereka akan rela membunuh saudaranya sendiri hanya untuk perut mereka yang sudah kita kosongkan…
Ketakutan akan menjadi miskin sudah menjadi penyakit yang akan susah untuk disembuhkan…”.

MIMER I :
“Dukung semua pergerakan yang berbau sosial – komunisme, sekaligus kita akan menentang mereka…
Awal dari kehancuran antar saudara…
Perbedaan ideology akan menjadi momok yang paling pahit untuk mereka telan…”.

MIMER III :
“When the hour strikes for our sovereign lord of all the world to be crowned it is these same hands which will sweep away everything that might be a hindrance thereto.” (The Biblical “Anti-Christ?”)

MIMER II :
“Ciptakan krisis ekonomi di tiap – tiap bangsa, mata uang mereka tergantung pada apa yang telah kita tentukan sebagai standarisasi perdagangan internasional!…
Semua bangsa akan kita buat tunduk kepada kita…
Kita akan aman dari krisis ekonomi…
Karena kita yang mengendalikannya
Kita mengendalikan semua sector yang ada tanpa mereka mengetahui…”.

ENDING KOMPOSISI TARI I : [SEMUA PENARI SEOLAH DIGIRING KESANA KEMARI, PEJABAT DARI ATAS SAMPAI BAWAH TUNDUK TAKLUK TAK BERDAYA].
MIMERS : TERTAWA.

- BLACK OUT –

ACT : 8 CATATAN

DI DALAM PANGGUNG : BEBERAPA ORANG TUA [PARA BABI DAN ANJING] BERKUMPUL MENGADAKAN SUATU RAPAT KECIL YANG SANGAT RAHASIA.
MUSIK : TEGANG, DISELINGI DENGAN PERMAINAN PERKUSI.
FX LAMPU : BEBERAPA LAMPU GANTUNG YANG DIAYUNKAN.

BABI :
“Kali ini kita akan menang dari serangan mereka, secara tidak langsung mereka semua akan mengikuti langkah – langkah kita… pelan namun sangat pasti!…”.

ANJING :
“Ya… rencana kali ini harus berhasil, jangan seperti nenek moyang kita yang selalu kalah dalam pertarungan. Segala cara akan kita lakukan demi tercapainya tujuan kita…”.

BABI :
“Terciptanya generasi – generasi yang tidak mampu merealisasikan segala macam impiannya…”.

ANJING :
“Mereka kita bius dengan uang serta kemewahan lainnya dan akan menjadi GAYA HIDUP bagi mereka semua hahaha…”.

BABI :
“Tak lupa kita sebarkan semua teori dari berbagai aspek kehidupan, supaya pikiran mereka menjadi semakin kacau hihihihih…”.

ANJING :
“Ya, bagus sekali… bagus sekali… terus mereka yang melakukan demonstrasi?!…”.

BABI :
“Hahahaha… DEMONSTRASI… DEMONSTRASI…, demonstrasi sudah menjadi bagian dari rencana kita, bayangkan saja, ketika otak mereka sudah tidak bisa lagi berfikir dengan jernih, lalu kita masuk diantara mereka untuk menjadi pahlawan, mereka akan menurut apa yang kita maui, berupa SOLUSI dengan jalan DEMONSTRASI!…”.

ANJING :
“DEMONSTRASI untuk menuntut apa yang mereka inginkan hihihihihi…”.

(Anjing dan babi pun tertawa riang)

TIBA – TIBA BEBERAPA ORANG LEWAT. ANJING DAN BABI TABLO.

PERFORMANCE 1 :
“Ternyata mereka itu sangat pintar, jenius!… dan kekuatannya sungguh luar biasa… Kejeniusan mereka mengalahkan kejeniusan yang kita miliki…”.

PERFORMANCE 2 :
“Mereka telah berhasil menjalankan system liberalnya, namun disisi lain yang mereka tidak publikasikan, kebobrokan moral tiap generasi menjadi rapuh…”.

PERFORMANCE 3 :
“Hukum… di negeri ini seolah tidak ada, aparat kembali menjadi orang – orang yang hebat, yang bisa berkehendak sesuai dengan topengnya, MUNAFIK!…”.
MELAKUKAN GERAKAN SESUAI DENGAN EMOSI (MUSIK DAN SUARA).

PERFORMANCE 1 :
“Apa yang dilakukan jika hukum bukan lagi milik rakyat banyak, yang dijalankan secara adil dan bijaksana tanpa memandang status ataupun lainnya… Apa yang bisa dilakukan jika birokrasi dan hukum bisa mereka beli dan bisa mereka manipulasi menurut apa yang mereka kehendaki?…”.

PERFORMANCE 2 :
“Akankah ketidak-aturan yang dipakai untuk mengatur tatanan masyarakat akan mendatangkan suatu kesejahteraan, keadilan dan apa yang diinginkan dari suara hati nurani?… Ketika ada yang berkuasa, ingin menguasai dan yang dikuasai, keserakahan akan terus berlanjut dengan datangnya mara bahaya secara bertubi – tubi tanpa rakyar sadari datangnya bahaya tersebut…”.

PERFORMANCE 3 :
“Fitnah!… lagi – lagi terjadi fitnah!…
Jika fitnah lebih kejam dari pembunuhan, lalu kenapa tidak ada peradilan yang menghukum para ahli fitnah?!… Brengsek!… bajingan!…”.

PERFORMANCE 2 :
“Pengkhianatan pasti akan terjadi, dan kita semua akan saling mencurigai… lalu kita akan saling bunuh membunuh saudara – saudara kita yang kita anggap itu musuh dan tidak sesuai dengan pandangan beberapa orang yang mereka anggap adalah DEWA!…”.

PERFORMANCE 2 :
“Kemerosotan pandangan dan pola pikir generasi… apakah hal ini menjadi prioritas utama dari para petinggi negeri dalam pembuatan suatu perundang – undangan?!… ataukah perundang – undangan yang mereka buat hanyalah sebagai syarat terbentuknya negara dan untuk mempertahankan kekuasannya?…”.

PERFORMANCE 3 :
“Aaacchh!!… segala macam telah mereka kuasai, dan sekarang kita hanyalah badut – badut mereka yang sering kali melucu untuk mereka dengan tingkah laku kita yang sering kali konyo dan tolol… hahahaha…”.

PERFORMANCE 2 :
“Bodohnya kita yang selalu tundunk dan ewuh pekewuh terhadap semua orang… dan alangkah bijaksananya kita yang selalu menuruti apa yang mereka inginkan tanpa bisa kita sedikitpun mengeluarkan kata ‘TIDAK’ untuk aksi mereka…”.

PERFORMANCE 1 :
“Bah!… Anjing kudisan!… untuk apa kalian mendirikan negara ini atas nama rakyat INDO-CLEPTONESIA, jika kalian dan kita semua tidak bisa menghidupi negara ini… Tjuih!… persetan dengan romansa masa kepahlawanan, perjuangan sekarang berbeda dengan perjuangan dulu… perjuangan sekarang adalah mengembalikan fungsi bangsa ini berdiri… untuk siapa, untuk apa, dan kenapa bangsa ini ada?!…”.

PERFORMANCE 2 :
“Ketika semua tidak bisa dikendalikan…
Ketika semua hanyalah menjadi robot…
Ketika semua menjadi CHAOS…
Ketika semua hukum menjadi miliki mereka yang mempunyai uang…
Ketika hak – hak kita sebagai warga negara tidak lagi dihiraukan…
Ketika tanah – tanah warisan nenek moyang mereka tukar dengan selembar perjanjian hukum yang mereka miliki…
Ketika yang berkuasa kembali memainkan papan caturnya sambil menggigit tusuk gigi…
Ketika kelaparan dari segala bidang dijadikan hal yang wajar dan bisa dima’afkan…
Ketika tidak ada orang yang enggan mempertahankan IDEALISMEnya…”.

PERFORMANCE 3 :
“Bubarkan saja negeri ini… ATAU…”.
(saling memandang satu sama lain, seolah Sudah mengerti apa yang dimaksud).

- BLACK OUT -

ACT : 9 CATATAN

MUSIK : GENDERANG PERANG.
PENARI : MASUK DENGAN KOMPOSISI II : PERANG DAN CHAOS [KUDETA], ADA PENGKHIANATAN DIANTARA KEDUA KUBU [PANTOMIM DAN PERFORMANCE IKUT DALAM GERAKAN TARI].
TERDAPAT ANAK KECIL YANG TEROMBANG – AMBING DI TENGAH PEPERANGAN, DIA HANYA BISA MENUTUPI TELINGANYA SAMBIL MEMEGANGI TERUS BONEKA YANG DIBAWANYA DAN MENANGIS.
VISUAL PANGGUNG : PARA ORANG TUA (BABI DAN ANJING) MELIHAT SAMBIL TERTAWA ULAHNYA SEPERTI MONYET.
ENDING KOMPOSISI TARI II : SEMUA MATI, HANYA ANAK KECIL YANG SENDIRIAN MELIHAT MAYAT – MAYAT YANG BERGELEMPANGAN MENANGIS DAN TERUS MENANGIS TAK TAHU HARUS BERBUAT APA. ANJING DAN BABI TABLO DAN TIDAK DIFOKUSKAN.
LAMPU : FOCUS KE ANAK KECIL DAN ORANG – ORANG YANG TERGELETAK [PENARI, PANTOMIM, PERFORMANCE].

ANAK KECIL :
(sambil terus menangis dan mencari orang – orang tercintanya yang ikut berperang)
“Ayah… Ibu… Kakak… adek lapar… adek ingin sekolah… adek ingin bermain…”.
(dialog diulang – ulang)

SAMBIL MENYERET SALAH SATU MAYAT, ANAK KECIL TERSEBUT KELUAR DARI PANGGUNG SAMBIL TERUS MENGUCAPKAN DIALOG – DIALOG DI ATAS.
MUSIK : HARU PENUH PERTANYAAN DAN MISTERIUS, MASIH ADA SUASANA PEPERANGAN – DIIRINGI KIDUNG.

- THE END –

Comments»

No comments yet — be the first.